Wednesday, October 28, 2009

Cara Mengatasi Virus Tanpa Antivirus


Sejarah nya virus dahulu kala adalah game yang dimainkan di laboratorium BELL, mereka membuat program untuk menghancurkan program lawan, program yang paling banyak menghancurkan program lawan adalah program pemenang. Bahaya… awalnya game ini hanya beredar di lab namun kemudian merambah keluar dan menjadi berbahaya (bagi pengguna komputer tentunya). Lanjut, berikut langkah aman yang bisa kita aplikasikan:

1. Beberapa virus memanfaatkan fungsi autorun pada windows untuk masuk ke komputer. Maka amannya matikan autorun di komputermu. Caranya?? puanjang tapi gampang, gw malay ngetik, tapi coba liat di ilmukomputer.com sapa tau artikel yang gw baca jaman dulu masih ada hehehe… sori ya nambah beban kamu.

2. Infeksi virus umumnya melalui removable disk, bisa berupa folder atau file dengan nama yang biasa kita pake atau menggunakan nama yang kamu pake tapi contentnya berupa virus. Kalo kamu aktifkan maka komputermu jadi pesakitan. Cara mengatasinya adalah hapalkan semua folder dan file yang kamu punya di removable diskmu, USB, FD or whatever semacem itu. Dan perhatiakan extensionnya, .doc , .exl , .ppt , .txt paling sering dikerjai virus, hati-hati. Kalo nyimpen data bisa pake .rtf tapi kalo ada gambar biarkan saja dalam bentuk .doc suka gak kesimpen soalnya atau gambarnya di simpen lagi ke .JPEG or anything like that.

3. kalo merasa belum cukup aman dengan langkah di atas maka beralih lagi ke komputer, ganti icon folder dan icon yang sering digunakan lainnya seperti .doc dan .rtf , download aja di internet kan banyak tuch icon lutu-lutu gratisan, biasanya sich virus berbentuk icon lama. jadi kalo buka USB dan melihat ada icon yang tidak sama dengan icon yang udah kamu ganti maka buang benda itu.

4. Sekarang virus yang lagi rame menyerang mahasiswa (temen gw, gak tau kalo elo-elo kena virus laen) adalah jenis visual basic atau vbs gitu. cara menanggulanginya gampang, buka direktori C-Windows folder system32 dan hapus msvbvm60.dll pasti vbs gak ngaruh ke mesin kamu tapi ada resikonya, aplikasi visual basic tidak bisa jalan dikomputermu. Jadi kalo gak mau itu terjadi maka rename saja folder itu menjadi (kalo gw) alinmsvbvm60.dll kalo ada aplikasi visual basic yang akan kamu pake maka rename saja lagi ke nama semula, repot? sana pake antivirus…

5. Pastikan penyimpanan data dilakukan di direktori selain C, program sekunder macem game bisa di taruh di selain C juga, printer juga gitu, soalnya kalo sampe ada virus maniac membabi buta mematikan komputermu maka kamu gak perlu nangis bombay saat instal ulang kehilangan data. tapi kalo yang rusak harddisk ya sudah ikhlaskan saja.

6. Ada satu cara lagi, yaitu mengganti extension file yang sering diguna-guna virus seperti .doc diganti jadi .alin misalnya tapi runyam soalnya kalo kamu transfer data ke komputer lain maka data itu gak bisa dibuka kerana gak ada extensionnya, yah gitu dech repot. tapi efektif. ya
sudahlah…

Semoga bermanfaat, tapi virus selalu menyesuaikan dengan sikon, para pembuat virus selalu mencari cara menyukseskan pengerusakan komputer dengan virus buatannya, kreatif banget ya? salut!! makanya kita juga harus kreatif, belajar terus ama orang yang lebih tahu.

1 Comment:

  1. Ramdhan said...
    thank infonyas

Post a Comment